Apa itu Open Finance?

Open Finance adalah proses pemisahan data dan layanan finansial yang memungkinkan perusahaan dan konsumen memanfaatkan data mereka secara aman dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait jejak finansial individu.

a month ago   •   3 min read

By Tun Yong Yap

139 juta.

Itulah angka yang menunjukkan jumlah orang dewasa di Indonesia yang tidak menggunakan rekening bank tradisional untuk mengakses layanan finansial seperti pinjaman dan kartu kredit. Sebaliknya, mereka memanfaatkan layanan teknologi keuangan seperti dompet digital dan pinjaman peer-to-peer (P2P) untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Dengan lebih dari 450 perusahaan fintech berlisensi di Indonesia, pertumbuhan fintech telah terdokumentasi dengan baik. Namun data pelanggan mereka sering disimpan dalam suatu tempat khusus dan tidak dipertukarkan.

Hal ini menciptakan masalah yang signifikan bagi perusahaan dan konsumen karena konsumen tidak memiliki informasi yang dibutuhkan untuk meyakinkan perusahaan pinjaman untuk memberikan mereka pinjaman.

Karena konsumen tidak dapat mengakses produk finansial yang tepat untuk membantu meningkatkan kesejahteraan finansial mereka, kesenjangan finansial terbentuk.

Dengan Open Finance, masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mudah.

Open Finance adalah proses pemisahan data dan layanan finansial untuk memungkinkan perusahaan dan konsumen memanfaatkan data mereka secara aman serta mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait jejak finansial individu.

Hal ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan bagi konsumen dan perusahaan fintech, juga membuka akses ke produk finansial yang lebih sesuai untuk membantu mempercepat inklusi keuangan dan memperkecil kesenjangan.

Bagaimana Open Finance Menguntungkan Konsumen?

Dengan pertukaran informasi secara terbuka, perusahaan fintech dapat mengukur dengan lebih baik situasi finansial konsumen saat ini dengan menganalisis data kredit dan pendapatan Mereka.

Hal ini memungkinkan perusahaan menawarkan solusi yang sangat personal yang disesuaikan dengan kebutuhan finansial konsumen. Yang terpenting, hal ini memberi konsumen akses ke produk finansial yang sebelumnya tidak dapat mereka akses tanpa adanya Open Finance.

Selain itu, konsep Open Finance mengedepankan harga dengan lebih adil. Dengan meningkatnya transparansi antara produk finansial seperti premi asuransi dan pinjaman kredit, konsumen dapat membandingkan harga dan fitur produk yang serupa dengan lebih mudah.

Ini akan membantu mereka mendapatkan nilai lebih dari penyedia jasa dan memberantas skenario dimana mereka tidak menyadari bahwa mereka membayar lebih untuk produk yang kualitasnya kurang baik.

Persaingan yang ketat akan menghasilkan produk yang lebih bagus dengan harga yang lebih kompetitif dan menjadikan konsumen sebagai pemenang pada akhirnya.

Open Finance juga membuat tercapainya inklusi keuangan dengan mendorong manajemen finansial yang lebih baik. Konsumen dapat memiliki akses penuh ke jejak finansial digital mereka, memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang posisi finansial mereka secara menyeluruh - mulai dari kebiasaan berbelanja hingga pembayaran bulanan untuk asuransi.

Dengan terus-menerus memeriksa finansial digital, konsumen dapat meningkatkan kesejahteraan finansial mereka serta mempercepat tercapainya inklusi keuangan.

Contoh kasus tentang bagaimana Open Finance dapat memberi manfaat bagi individu dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan dalam gig economy. Dengan gig worker yang telah menyumbang 56 persen dari angkatan kerja Indonesia, mereka mewakili porsi yang cukup besar dari angkatan kerja lokal.

Namun, CB Insights menyatakan bahwa gig worker tanpa pendapatan tetap sering menghadapi kesulitan dalam memperoleh persetujuan pinjaman atau layanan perbankan lainnya melalui lembaga finansial tradisional seperti bank.

Hal ini bersumber dari fakta bahwa gig platform menyimpan data finansial para pekerjanya di platformnya sendiri dengan menyambungkannya ke dalam native digital wallet milik platform tersebut.

Sebelumnya, data ini tidak dipertukarkan dengan lembaga finansial eksternal, sehingga mempersulit dalam menilai kesesuaian gig worker untuk mendapat pinjaman dan produk finansial lainnya.

Namun, dengan Open Finance, data finansial dari gig platform dikumpulkan dengan aman dari berbagai platform finansial untuk membantu perusahaan dalam mengidentifikasi gig worker dengan lebih baik dan memberi mereka produk finansial yang sesuai.

Open Finance

Bagaimana Open Finance dapat menguntungkan perusahaan fintech?

Dengan Open Finance yang memfasilitasi pertukaran terbuka data finansial perusahaan dapat menawarkan proses pendaftaran yang telah diisi secara individu untuk setiap calon pelanggan. Ini mengurangi perselisihan yang diperlukan untuk orientasi dan meningkatkan customer experience menjadi lebih baik.

Selain itu, Open Finance membantu perusahaan fintech meminimalisir biaya operasional dan risiko. Dengan mengakses data finansial seperti tingkat pendapatan dan riwayat kredit pengguna, perusahaan dapat lebih memahami posisi finansial klien mereka dan menghasilkan skor kredit yang lebih baik.

Hal ini menyebabkan persetujuan menjadi lebih tinggi dan kegagalan menjadi lebih rendah, membantu perusahaan mengurangi biaya serta meningkatkan pendapatan mereka.

Open Finance juga memungkinkan eKYC (electronic know your customer). Dengan eKYC, perusahaan fintech dapat mengidentifikasi pelanggannya secara digital untuk menyederhanakan proses verifikasi dan mengurangi penipuan.

Perusahaan juga dapat meningkatkan akses ke data pengguna untuk mengembangkan proses berbasis data dan menawarkan solusi yang disesuaikan untuk konsumen.

Sebagai contoh, perusahaan insurtech dapat menggunakan Open Finance untuk mendapatkan visibilitas riwayat data finansial pelanggan yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan profil risiko dengan lebih akurat dan menawarkan premi yang disesuaikan dengan risiko yang sesuai.

Selain itu, Open Finance memungkinkan penghapusan perantara karena berbagai layanan, termasuk pembayaran dan klaim, telah tertanam dengan lancar ke dalam platform, sehingga menghasilkan engagement yang lebih baik dan dropoff yang lebih rendah.

Finantier memberi perusahaan fintech sarana untuk memanfaatkan Open Finance dalam membangun generasi selanjutnya melalui layanan finansial yang sangat personal di Asia Tenggara.

Kami mempercepat inklusi keuangan di negara berkembang dan seluruh wilayahnya dengan cara membantu pengguna memahami data finansial mereka untuk mengakses layanan yang sesuai yang dapat meningkatkan kesejahteraan finansial mereka.

Keyakinan kami adalah bahwa setiap perusahaan bisa menjadi perusahaan fintech. Hubungi kami hari ini jika anda siap membangun fintech besar berikutnya di Asia Tenggara.

Spread the word

Keep reading