Bagaimana Anda Bisa Mendapat Keuntungan Dari Data Finansial Anda

Kami mengembalikan kuasa atas data ke tangan pengguna dan memastikan mereka mendapatkan keuntungan dari apa yang mereka miliki.

a month ago   •   3 min read

By Tun Yong Yap

Bukalah kunci ponsel anda dan pilih lima aplikasi teratas yang anda gunakan setiap harinya.

Kemungkinan besar lebih dari satu aplikasi akan menawarkan layanan finansial dalam platform mereka. Ini bisa berupa aplikasi ecommerce tempat anda bertransaksi setelah penjualan bulanan terbaru mereka atau dompet digital yang anda gunakan untuk membayar tagihan bulanan anda.

Menurut Laporan SEA e-Conomy 2020, ekonomi internet regional diharapkan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 24 persen untuk mencapai 300 miliar USD dalam nilai barang dagangan kotor (GMV) pada tahun 2025.

Layanan keuangan digital diharapkan dapat mencerminkan pertumbuhan ini untuk mendukung peningkatan GMV.

Dalam waktu dekat, anda akan segera melihat lebih banyak aplikasi yang menawarkan pembayaran dalam aplikasi atau transfer bank secara langsung. Platform e-commerce anda bahkan dapat menawarkan pinjaman jangka pendek untuk pembelian anda.

Jejak digital anda

Dengan munculnya layanan finansial digital, jejak online anda akan menjadi (jika tidak lebih) penting daripada jejak offline anda. Namun, mengelola jejak online lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Dengan banyaknya perusahaan yang menawarkan layanan finansial, anda dapat dengan mudah kehilangan jejak finansial online anda. Apakah anda ingat berapa banyak yang anda bayarkan untuk paket seluler bulan lalu?

Oleh karena itu, jejak digital kita saat ini sangat terfragmentasi.

mengapa-sekarang-menjadi-saat-yang-tepat-bagi-open-finance kurangnya infrastruktur yang sesuai untuk memfasilitasi hal tersebut.

Hal ini mengakibatkan individu dan perusahaan tidak memiliki akses yang diperlukan ke data finansial kita sehingga kita, sebagai konsumen, dapat memperoleh manfaat dari data tersebut.

Karena kurangnya kejelasan atas jejak digital kita, perusahaan tidak dapat secara akurat menggambarkan posisi finansial individu dan solusi finansial yang sesuai.

Sebagai contoh, karena platform pinjaman peer-to- peer (P2P) tidak memiliki akses ke daftar gaji pelamar, mereka tidak dapat memastikan bahwa mereka memiliki pendapatan berkala.

Atas dasar itu akan disimpulkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk membayar kembali dan karena itu pula dihasilkan nilai kredit yang buruk yang akan menyebabkan pinjaman mereka ditolak.

Meskipun ini mungkin tampak tidak adil, namun itulah kenyataannya. Namun, ini bukan karena kesalahan perusahaan finansial. Ini adalah konsekuensi dari industri itu sendiri yang sifatnya tertutup dan tidak mau menerima pertukaran data finansial.

Bagaimana kita bisa menjangkau kelompok ekonomi ini dengan lebih baik?
Bagaimana kita bisa menjangkau kelompok ekonomi ini dengan lebih baik? (Kredit foto: Oliver Wyman)

Perubahan telah tiba

Untungnya, industri layanan finansial telah mengubah sikapnya terhadap pertukaran data.

Dipimpin oleh upaya para regulator untuk memanfaatkan Open Finance (pertukaran data finansial yang aman dan disetujui antar platform yang membawa manfaat bagi pengguna akhir), lembaga finansial membuka kunci penyimpanan data mereka.

Otoritas jasa keuangan Indonesia (OJK) telah mendorong dorongan menuju ekosistem Open Finance dengan merilis Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

Agar konsumen dapat memperoleh manfaat dari data finansialnya, OJK menerapkan framework Open API untuk menghubungkan perusahaan fintech dengan lembaga finansial tradisional seperti bank.

Dengan adanya rencana untuk mengembangkan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung Open Finance, sumber data finansial yang tadinya terfragmentasi akhirnya dapat dihubungkan. Langkah ini akan membawa banyak manfaat bagi konsumen seperti anda dan juga saya.

Pertama, kita dapat mengelola finansial kita secara digital dengan lebih baik.

Dengan dashboard terpusat, kita bisa melacak apapun mulai dari tagihan telepon dan listrik bulanan hingga pembelian e-commerce terbaru. Kita juga dapat tetap mengendalikan finansial kita dan membuat keputusan berdasarkan data terkait hal tersebut, memungkinkan kita untuk meningkatkan kesejahteraan finansial kita.

Selain itu, kita bisa mendapatkan akses ke layanan finansial yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.

Dengan pemahaman yang lebih baik terkait jejak digital anda, perusahaan dapat menyesuaikan penawaran mereka dengan kebutuhan finansial anda dan menawarkan produk dan layanan yang lebih sesuai.

Singkatnya, dengan akses ke penggajian dan riwayat kredit anda, skor kredit yang lebih menyeluruh dan akurat dapat dihasilkan dan platform peminjaman dapat menawarkan persyaratan yang lebih baik daripada sebelumnya.

Selain meningkatkan pengelolaan finansial digital seseorang dan akses ke layanan keuangan yang lebih baik, konsumen juga dapat menantikan user experience yang lebih bebas hambatan dan bebas stres.

Formulir manual dan penyerahan dokumen akan menjadi bagian dari masa lalu. Dengan Open Finance, perusahaan dapat mengisi formulir dengan informasi dari platform lain dan mempercepat proses onboarding.

Masa depan layanan finansial

Kedatangan sistem Open Finance ke Asia Tenggara adalah langkah yang pada akhirnya akan sangat menguntungkan bagi konsumen.

Dengan produk yang lebih dipersonalisasi dan pengalaman tanpa batas, masa depan layanan finansial akan menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai inti dari segalanya.

Finantier adalah penyedia agar hal ini dapat terjadi. Kami membangun infrastruktur yang, dengan persetujuan anda, dengan aman menghubungkan perusahaan finansial ke data finansial anda.

Kami mengembalikan kuasa atas data ke tangan pengguna dan memastikan mereka mendapatkan keuntungan dari apa yang mereka miliki.

Anda tidak akan melihat kami di platform finansial anda. Sebaliknya, kami bekerja keras di belakang layar untuk menghubungkan data finansial anda.

Tanyakan kepada platform keuangan anda apakah mereka menggunakan kami, sehingga anda dapat memiliki dan memanfaatkan data anda.

Spread the word

Keep reading