Bagaimana API dari Finantier Menguntungkan Platform Pinjaman

Dengan gambaran secara menyeluruh dari jejak digital perusahaan atau individu, platform peminjaman lebih siap untuk mengukur kemampuan pengguna mereka untuk membayar kembali.

a month ago   •   4 min read

By Tun Yong Yap

Perusahaan fintech yang menyediakan layanan pinjaman sedang naik daun di Indonesia.

Didorong oleh meningkatnya minat kredit di antara usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), platform pinjaman berjumlah setengah dari 362 perusahaan fintech yang terdaftar di Indonesia.

Pemberi pinjaman peer-to-peer (P2P) adalah penerima manfaat utama. Pemberi pinjaman ini bertindak sebagai perantara antara pinjaman yang dikeluarkan konsumen dan pengusaha atau UMKM yang memintanya.

Manfaat utama yang mereka berikan bagi pengusaha dan UMKM adalah rendahnya jaminan dan persyaratan kredit sederhana yang diperlukan untuk mendapatkan pinjaman.

Sebelumnya, pengusaha dan UMKM menghadapi kesulitan dalam mengambil pinjaman di lembaga finansial tradisional seperti bank.

Lembaga-lembaga ini mengharuskan mereka untuk menunjukkan setidaknya dua tahun keuntungan dan memiliki persyaratan jaminan besar yang tidak dapat dipenuhi oleh perusahaan kecil dan para pengusaha ini.

Dengan mempekerjakan lebih dari 97 persen tenaga kerja nasional dan menyumbang 61 persen dari PDB tahunan, 64 juta UMKM di Indonesia merupakan bagian penting dari perekonomian negara ini.

Namun, secara finansial mereka kurang mendapat pelayanan. Pertumbuhan mereka terhambat oleh kurangnya akses ke kredit.

Di sinilah platform pinjaman P2P mengambil peran. Alih-alih memaksakan persyaratan yang tidak realistis pada bisnis kecil ini, platform ini berfokus pada arus kas dan kontrak dengan perusahaan blue chip.

Hal ini sangat mengurangi hambatan bagi UMKM atau para pengusaha untuk mengambil pinjaman untuk mengembangkan usaha.

Tantangan tetap ada

Meskipun peningkatan UMKM di Indonesia mendorong pertumbuhan platform pinjaman P2P, tetap ada kendala yang menghambat pertumbuhan mereka.

Dengan pandemi yang melanda perekonomian di seluruh dunia, Indonesia pun tidak dapat luput darinya. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, ekonomi nusantara mengalami kontraksi. UMKM sangatlah terdampak oleh lockdown sehingga bisnis mereka harus ditutup.

Platform P2P lending memperlihatkan lonjakan persentase kredit bermasalah (NPL) - pinjaman dimana peminjamnya gagal membayar dan belum melakukan pembayaran terjadwal untuk jangka waktu tertentu.

Menurut Jakarta Post, platform pinjaman P2P melaporkan peningkatan NPL sebesar 8 persen pada Juli 2020.

Karena UMKM kekurangan sumber finansial dari mitra mereka yang lebih besar, tidak mengherankan bahwa mereka sangat terpengaruh oleh krisis ekonomi.

Namun, apakah ada lebih banyak hal yang dapat dilakukan oleh platform pinjaman P2P untuk meningkatkan kualitas pemberi pinjaman? Apakah mereka dapat lebih memastikan kemampuan pelanggan untuk membayar kembali?

KPMG: The Fintech Edge
KPMG telah mengidentifikasi area yang membutuhkan fokus tertentu sebelum platform pinjaman dapat berkembang di Indonesia. (Kredit Foto: KPMG: The Fintech Edge)

New normal

Dengan pertumbuhan industri fintech yang pesat di Indonesia, terdapat banyak perusahaan fintech yang dapat dipilih oleh UMKM serta individu.

Mulai dari akuntansi dan pembukuan hingga pembayaran dan sumber pasokan, perusahaan tidak lagi berjalan dengan faktur fisik dan spreadsheet di excel.

Digitalisasi saat ini adalah new normal yang sebenarnya.

Dengan operasi finansial seperti akuntansi dan pembayaran yang menjadi online, seharusnya lebih mudah bagi platform pinjaman P2P untuk melacak arus kas dan memastikan kemampuan perusahaan membayar pinjamannya.

Namun, itu bukanlah masalahnya. Perusahaan pemberi pinjaman masih menghadapi masalah dalam memperoleh data finansial dari platform lain.

Selain keengganan platform untuk saling bertukar data finansial, sebelumnya tidak ada infrastruktur teknis yang memadai untuk memfasilitasi hal tersebut.

Namun, saat ini hal tersebut bukan lagi masalah.

Didorong oleh keinginan para regulator untuk membangun ekosistem Open Finance, penyedia API finansial seperti Finantier memimpin dan membangun API yang memungkinkan pertukaran data finansial antar platform.

Bagaimana pemberi pinjaman P2P mendapatkan keuntungan dari hal tersebut? Pertama-tama, mereka akan mendapatkan akses ke lebih banyak sumber data untuk memfasilitasi proses penilaian kredit pemberi pinjaman.

Dengan gambaran secara menyeluruh dari jejak digital perusahaan atau individu, platform peminjaman lebih siap untuk mengukur kemampuan pengguna mereka untuk membayar kembali.

Selain mengurangi NPL, langkah ini memungkinkan pemberi pinjaman untuk fokus pada pelanggan "pemenang" mereka - yaitu mereka yang membayar kembali pinjaman mereka dengan tepat waktu.

Terlihat Jelas

Dengan lebih dari 180 platform pinjaman P2P di Indonesia, konsumen dan UMKM memiliki banyak pilihan penyedia jasa untuk dipilih.

Bagaimana penyedia dapat terlihat jelas dengan persaingan pinjaman yang begitu kompetitif?

Jawabannya adalah platform mana yang memberikan user experience yang luar biasa.

Pengajuan pinjaman terkenal sangat merepotkan dan memakan banyak waktu. Selain memberikan pendapatan dan sejarah kredit, seseorang juga harus memberikan bukti identitas. Apa yang paling tidak disukai para konsumen Perselisihan.

Semakin besar ketidaknyamanan dalam mendaftar, semakin tinggi pula tingkat drop-off.

Oleh karena itu, sekarang penting bagi platform pinjaman P2P untuk menyediakan proses pendaftaran yang bebas stres dan nyaman bagi pelanggan mereka.

Dengan menggabungkan pendapatan dan informasi identitas dari platform finansial yang berbeda, API Finantier berfungsi sebagai tautan langsung bagi platform pinjaman untuk melakukan kewaspadaan yang diperlukan hanya dalam beberapa menit.

Langkah ini akan disambut baik oleh konsumen dan perusahaan karena proses pendaftaran tanpa perselisihan akan membuat mereka onboard hanya dalam hitungan menit, bukan berminggu-minggu.

Pelanggan yang puas, ditambah dengan jaminan bahwa pendapatan dan identitas mereka diverifikasi secara akurat, tentu saja ini menjadi pertanda baik bagi platform pinjaman.

Masa depan layanan finansial

Dengan open API yang berfungsi sebagai landasan untuk menuju Open Finance, sangat penting bagi fintech - termasuk platform peminjaman - untuk memanfaatkan hal ini dan membangun layanan finansial generasi selanjutnya, dimana personalisasi dan kenyamanan menjadi sangatlah penting.

Finantier bekerja dengan semakin banyak platform peminjaman untuk membantu mereka membangun produk yang akan menempatkan mereka selangkah lebih maju dibanding para pesaing.

Hubungi kami hari ini dan bergabunglah dengan kami dalam membangun layanan finansial yang lebih baik untuk semua orang.

Spread the word

Keep reading