Bagaimana Finantier Membantu Mempercepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Dengan memfasilitasi pertukaran data finansial di seluruh platform, kami memungkinkan perusahaan fintech untuk membangun layanan finansial yang dapat menjangkau mereka yang tidak memiliki rekening bank.

a month ago   •   4 min read

By Tun Yong Yap

Perekonomian Indonesia berada dalam posisi yang membingungkan saat ini.

Sementara ekonomi telah mengalami tingkat pertumbuhan yang tinggi (rata-rata 5 persen dalam pertumbuhan PDB tahunan), kesenjangan pendapatan antara orang kaya dan miskin terus meningkat.

Laporan dari World Bank pada tahun 2015 menunjukkan hanya 20 persen penduduk Indonesia yang mendapat manfaat dari pertumbuhan ekonomi negara dalam satu dekade terakhir. Sedangkan 205 juta orang sisanya masih tertinggal.

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan konsentrasi kekayaan tertinggi di dunia, dengan 10 persen populasi teratas (berdasarkan pendapatan) memiliki 77 persen kekayaan negara.

Sejak saat itu, pemerintah - melalui otoritas jasa keuangan / Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - bekerja keras untuk mengatasi kesenjangan keuangan yang semakin meningkat ini.

Melalui serangkaian rencana tahunan yang ditargetkan untuk meningkatkan literasi finansial, pihak berwenang berhasil menaikkan tingkat inklusi keuangan menjadi 76 persen pada 2019, naik dari 67 persen pada 2016.

Meskipun sudah ada perbaikan yang mencerahkan, masih banyak ruang untuk perbaikan dan rintangan yang harus diatasi.

Membantu orang yang tidak memiliki rekening bank

Indonesia masih menjadi rumah bagi sekitar 47 juta orang yang belum memiliki rekening bank dan 92 juta orang dewasa yang tidak memiliki rekening bank.

Untuk menempatkan angka-angka tersebut sesuai konteks, sekitar setengah dari populasi belum memiliki akses atau tidak memiliki akses ke layanan finansial yang disediakan oleh bank.

Hal ini membuka peluang yang sangat besar bagi perusahaan fintech di Indonesia.

Dengan menghilangkan kebutuhan akan cabang fisik, perusahaan-perusahaan ini dapat melewati kendala geografis dan menjangkau konsumen di daerah pedesaan dan terpencil (yang merupakan mayoritas dari mereka yang tidak memiliki rekening bank dan yang tidak memiliki rekening bank).

Berperan sebagai penyeimbang finansial, perusahaan teknologi dapat memberikan layanan finansial alternatif seperti pinjaman dan asuransi yang melayani kelompok konsumen yang besar, tetapi sering kali hal ini terabaikan.

Kami membantu fintech mewujudkannya

Menurut Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), saat ini terdapat 362 perusahaan finterch telah terdaftar di dalam negeri.

Dengan pemberian pinjaman (50 persen) dan pembayaran (23 persen) menjadi bagian terbesar dari perusahaan-perusahaan ini, terdapat berbagai macam platform finansial digital yang dapat dipilih oleh konsumen.

Meskipun hal ini memberi insentif kepada perusahaan fintech untuk memberikan harga dan layanan yang kompetitif kepada konsumen, hal ini menciptakan masalah yang lebih besar bagi kedua belah pihak.

AFTECH Members
Perusahaan fintech sedang naik daun di Indonesia

Data finansial konsumen disimpan dalam tempat khusus di berbagai platform. Hal ini mengakibatkan konsumen dan perusahaan tidak dapat memanfaatkannya untuk keuntungan mereka masing-masing.

Namun, Finantier memecahkan masalah ini dengan platform API kami yang didasari oleh prinsip Open Finance.

Open Finance merupakan framework yang dibangun di atas prinsip-prinsip Open Banking dimana konsumen dapat dengan aman mengakses dan menggunakan data yang mereka hasilkan di berbagai platform untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Dengan memfasilitasi pertukaran data finansial di berbagai platform, kami memungkinkan perusahaan fintech untuk membangun layanan finansial yang dapat dengan mudah menjangkau mereka yang tidak memiliki rekening bank.

Meningkatkan akses

Jadi, bagaimana kami membuat hal tersebut dapat terwujud?

Dengan memberikan data finansial kepada perusahaan fintech yang dapat memverifikasi identitas dan riwayat pendapatan pengguna yang tidak memiliki rekening bank secara akurat, kami memungkinkan mereka yang tidak memiliki rekening bank untuk mengakses layanan finansial yang sama seperti orang lain yang memiliki rekening bank.

Sebagai contoh, seorang gig worker sebelumnya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman karena kurangnya riwayat pendapatan.

Namun, dengan API Finantier, platform peminjaman dapat mengakses riwayat pendapatan pekerja di platform gig working mereka dan mengakses kemampuan finansial mereka yang sebenarnya yang menunjukkan kemampuan membayar angsuran sebelum jatuh tempo.

Selain membuka kelompok pengguna baru untuk perusahaan teknologi, kami membantu menyesuaikan akses ke layanan finansial dengan memungkinkan mereka yang tidak memiliki rekening bank untuk menggunakan layanan ini agar dapat meningkatkan standar hidup mereka.

Bayangkan betapa pentingnya pinjaman pendidikan untuk kuliah bagi keluarga yang tinggal di daerah pedesaan di Indonesia.

Mengelola finansial mereka dengan lebih baik

Selain menyetarakan kesempatan untuk akses ke layanan finansial, kami juga memungkinkan konsumen untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan finansial mereka.

Sebelumnya, dengan data keuangan yang tersebar di berbagai platform, sulit bagi individu untuk melacak arus kas harian mereka.

Sekarang, platform Finantier memungkinkan aplikasi finansial pribadi memberikan laporan keuangan secara akurat yang dipersonalisasi secara real-time kepada para penggunanya.

Dengan menggabungkan data finansial dari berbagai platform, kami memungkinkan aplikasi ini menyediakan dasboard tempat pengguna dapat memantau arus kas dan investasi mereka, hingga ke tingkat transaksi.

Dengan menganalisis data ini dan menghasilkan pemahaman, kami juga memungkinkan platform finansial pribadi ini memberikan saran finansial yang disesuaikan untuk membantu pengguna mereka mengelola finansial mereka dengan lebih baik.

Bagi konsumen, terutama mereka yang tidak memiliki rekening bank, kemampuan untuk melacak finansial mereka akan menjadi bantuan yang disambut baik dalam mengurangi biaya dan untuk perencanaan finansial di masa depan.

Apa yang kami percaya

Peran kami dalam mempercepat inklusi keuangan sejalan dengan misi kami untuk menciptakan dunia tempat siapapun dapat mengakses layanan finansial.

Jika anda adalah perusahaan fintech yang ingin menjangkau mereka yang tidak memiliki rekening bank dan bertindak sebagai penyeimbang finansial bagi 139 juta orang Indonesia yang tidak memiliki rekening bank, hubungi kami hari ini untuk mengetahui bagaimana kami dapat bekerja bersama anda untuk mewujudkan visi tersebut.

Bersama-sama, mari kita ciptakan ekosistem finansial yang inklusif di Indonesia dimana siapapun dapat mengakses layanan finansial yang diperlukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan darimanapun.

Spread the word

Keep reading