Bagaimana Open Finance Bisa Menguntungkan UMKM di Indonesia?

UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, mereka kekurangan akses kredit yang dapat membantu mereka berkembang. Beginilah cara Open Finance dapat mengubah hal tersebut.

a month ago   •   4 min read

By Tun Yong Yap

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian dimanapun.

Mereka memasok banyak hal mulai dari bahan makanan sehari-hari hingga bahan industri untuk konstruksi, UMKM selalu hadir dalam kehidupan kita. Ini utamanya terjadi di Indonesia, dimana mereka biasa disebut sebagai 'warung'.

Saat ini terdapat lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia, yang mempekerjakan 117 juta orang (atau 97 persen dari total jumlah pekerja).

Menurut Bank Rakyat Indonesia (BRI), UMKM berkontribusi 61 persen terhadap PDB Indonesia.

Dilihat dari statistik di atas, terlihat jelas bahwa UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia.

Selain mentenagai pertumbuhan ekonomi nusantara, mereka juga berperan sebagai instrumen inklusi sosial yang penting dengan menciptakan lapangan kerja bagi jutaan orang.

Bantuan dibutuhkan

Namun, mereka sedang berjuang karena hambatan ekonomi akibat pandemi.

Sebuah survei yang melibatkan hampir 200 ribu UMKM menjumpai bahwa 23 persen UMKM pernah mengalami penurunan omset bisnis mereka, sementara 19 persen mengalami kendala dalam distribusi dan menghadapi masalah dalam mengamankan modal kerja.

Sebuah survei dari Asian Development Bank (ADB) menggambarkan situasi serupa dimana 30 persen UMKM lokal mencatat penurunan permintaan domestik dan 48 persen tutup sementara.

Meskipun pemerintah telah mengalokasikan 185 triliun rupiah untuk inisiatif yang mendukung pemulihan UMKM, masih banyak yang harus dilakukan agar sektor yang terdampak parah tersebut dapat segera pulih.

Kebutuhan akan pinjaman dan fasilitas kredit tidak pernah sebesar ini bagi UMKM di Indonesia.

Saat ini, hanya 20 persen dari total pinjaman bank yang disalurkan ke UMKM (meskipun mereka menyumbang 61 persen dari PDB).

Penyaluran pinjaman yang tidak proporsional ini menghambat pertumbuhan usaha kecil ini, juga menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Meskipun pemerintah telah berjanji untuk meningkatkan angka ini menjadi lebih dari 30 persen pada tahun 2024, langkah-langkah jangka pendek perlu diterapkan sebelum lebih banyak UMKM yang bangkrut.

Solusinya

Ketika seseorang menyelidiki tantangan di balik kurangnya akses UMKM ke pinjaman bank, akar penyebabnya telah ditemukan dengan jelas.

Ketidakjelasan atas posisi finansial usaha dan pemiliknya menghambat kemampuan bank untuk menilai kemampuan membayar kembali pinjaman.

Hal ini menciptakan lingkungan pinjaman berisiko tinggi dimana akan lebih baik bagi bank untuk tidak memberikan pinjaman tersebut.

Akses ke opsi pendanaan tetap menjadi tantangan utama bagi UMKM Indonesia
Akses ke opsi pendanaan tetap menjadi tantangan utama bagi UMKM Indonesia (Kredit Gambar: IFC)

Oleh karena itu, menyelesaikan masalah ini sebenarnya relatif mudah - dengan cara memberikan bank visibilitas yang lebih tinggi tentang kesehatan finansial UMKM dan pemiliknya untuk membantu dalam pertimbangan dan penilaian kredit mereka.

Yang memungkinkan hal ini bisa terjadi? Open Finance.

Didefinisikan sebagai pertukaran data keuangan yang disetujui antara lembaga keuangan, Open Finance memungkinkan lembaga keuangan lama dan perusahaan teknologi untuk mengakses berbagai data keuangan konsumen di berbagai platform.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang penggunanya dan menyediakan lebih banyak layanan finansial bagi mereka.

Dengan Open Finance, bank dan platform pemberi pinjaman dapat menilai penerima pinjaman mereka dengan lebih cepat dan lebih akurat. Dengan mengakses laporan arus kas mereka, pemberi pinjaman ini akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kemampuan UMKM yang sebenarnya untuk membayar kembali pinjaman tersebut.

Selanjutnya, mereka dapat menganalisis data finansial dan identitas pemilik UMKM untuk mengidentifikasi posisi finansial mereka dan mengidentifikasi potensi jaminan untuk menyertai pinjaman.

Memecahkan krisis kredit

Yang terpenting, hal ini membuka lebih banyak sumber kredit bagi UMKM untuk mengatasi kesulitan finansial mereka.

Usaha yang sebelumnya menolak pinjaman karena kurangnya riwayat kredit akan lebih mungkin ditawari pinjaman karena semakin jelasnya posisi finansial yang dimiliki pemberi pinjaman.

Sebagai contoh, warung yang menjual sarung sebelumnya akan ditolak saat mengajukan pinjaman karena bank tidak memiliki gambaran yang jelas tentang pendapatan dan arus kasnya.

Namun, dengan Open Finance dan open API yang
memfasilitasi pertukaran data milik warung oleh penyedia e-wallet, bank sekarang dapat menganalisa arus kas dan data transaksi mereka.

Setelah mengetahui bahwa warung memiliki sumber pendapatan berkala yang kuat, bank dapat menawarkan pinjaman dan dengan persyaratan yang lebih menguntungkan juga.

Penting

Perjuangan UMKM di Indonesia telah terdokumentasi dengan baik.

Di samping paket stimulus dari pemerintah untuk mendukung bisnis ini, penting bagi lembaga finansial lain termasuk bank dan platform pinjaman P2P untuk memberi mereka kredit.

Mengingat UMKM sangat berdampak pada tenaga kerja dan ekonomi, kami tidak dapat membiarkan lebih banyak bisnis seperti ini bangkrut.

Lebih banyak orang dapat kehilangan mata pencaharian dan jatuh ke dalam jurang kemiskinan, menciptakan sejumlah masalah sosial baru untuk ditangani oleh pemerintah.

Oleh karena itu, lembaga keuangan dan para regulator perlu merangkul Open Finance sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah yang mendesak ini.

Kami adalah penyedia Open Finance di Indonesia.

Dengan bekerja sama dengan perusahaan untuk menyediakan akses ke data dari berbagai platform finansial di dalam negeri, Finantier membuka kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru untuk mereka.

Selain itu, akses ke data juga memungkinkan terciptanya produk yang lebih inovatif dan dipersonalisasi, membuka aliran pendapatan baru bagi perusahaan perusahaan ini.

Hubungi kami hari ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat membantu anda.

Bersama-sama, mari kita ciptakan lingkungan yang lebih baik bagi UMKM untuk tumbuh, yang memungkinkan perekonomian Indonesia menjadi sejahtera.

Rangkuman

✅ UMKM di Indonesia menghadapi krisis kredit karena kurangnya akses ke pinjaman.

✅ Open Finance memecahkan masalah ini dengan mengizinkan lembaga finansial untuk lebih baik dalam menentukan kemampuan UMKM membayar kembali pinjaman mereka.

✅ Hal ini memungkinkan lebih banyak UMKM untuk mengakses pinjaman dan menghindari penutupan, mencegah hilangnya pekerjaan besar-besaran dan masalah sosial lainnya.

Spread the word

Keep reading