Evolusi dari Open Banking ke Open Finance

Open Finance merupakan perpanjangan tangan dari Open Banking, yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antara berbagai perusahaan finansial dengan jangkauan yang luas.

a month ago   •   4 min read

By Tun Yong Yap

Setelah sebelumnya kami menjelaskan tentang konsep Open Finance dan manfaatnya bagi konsumen dan perusahaan finansial, sekarang kita akan menjelajahi mitra yang lebih umum, yaitu Open Banking, dan mencari tahu mengapa Open Finance menjadi perpanjangan tangannya.

Gagasan utama Open Banking berkisar pada bank yang mengizinkan third-party platform untuk mengakses data finansial konsumen dengan persetujuan konsumen dan memanfaatkannya untuk menyediakan layanan tambahan atau melakukan transaksi atas nama pelanggan.

Informasi yang dibagikan dapat berkisar dari data rekening seperti riwayat transaksi dan saldo hingga data pembayaran seperti pembayaran tagihan dan transfer dana Domestik.

Yang perlu digaris bawahi pada gagasan Open Banking adalah bahwa konsumen adalah pemilik data finansial mereka sendiri dan mereka harus memiliki kemampuan untuk menyetujui pembagian data tersebut, sebagai imbalan atas akses ke produk finansial yang lebih personal yang akan lebih menguntungkan mereka.

Ruang lingkup terbatas

Namun, meskipun konsep Open Banking secara umum telah dipahami dengan baik di Eropa, istilah tersebut tetaplah sebuah istilah baru di Asia Tenggara. Regulator di seluruh wilayah Asia Tenggara mengadopsi wait-and-see approach dan memungkinkan pasar bebas untuk menentukan arah Open Banking, sama halnya seperti di AS.

Sementara pertukaran data secara aman yang ditawarkan oleh Open Banking memungkinkan konsumen untuk membuka akses ke produk finansial yang lebih sesuai, use case-nya terbatas pada produk yang ditawarkan oleh bank (pinjaman, kartu kredit, dan lain-lain). Selanjutnya, Open Banking hanya melibatkan pembagian data keuangan oleh bank.

Namun, bank hanya mewakili sebagian kecil, bagian penting dari ekosistem finansial. Ada banyak perusahaan finansial lain seperti platform finansial pribadi dan perusahaan pinjaman peer-to-peer (P2P), hanya untuk beberapa nama.

Oleh sebab itu, Open Finance menjadi evolusi yang disambut baik dari Open Banking dan memungkinkan pertukaran data terjadi antara berbagai perusahaan finansial, menciptakan penilaian yang lebih holistik dan akurat dari jejak finansial digital individu.

Sumber data finansial yang ikut meningkat juga diterjemahkan ke lebih banyak use case dimana konsumen dapat memanfaatkan data mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan meningkatkan kesejahteraan finansial mereka.

Aplikasi lebih lanjut

Sebagai contoh, perusahaan teknologi finansial yang membuat platform finansial pribadi yang dapat mengumpulkan data pengguna mereka dan menyajikan informasi anggaran dan penghematan yang secara personal. Hal ini memungkinkan pelanggan menerima saran khusus yang dapat membantu mereka mengelola keuangan dengan lebih baik.

Selain itu, platform pengelolaan kekayaan dapat mengakses jejak finansial digital penggunanya untuk memantau secara akurat investasi mereka saat ini dan merekomendasikan investasi masa depan dengan lebih baik.

Hubungan yang saling menguntungkan ini mengakibatkan konsumen dapat membuat keputusan berbasis data berdasarkan informasi, sementara perusahaan bisa menawarkan pengalaman yang lebih baik bagi penggunanya dengan menawarkan produk investasi yang sesuai.

Selain itu, perusahaan pinjaman P2P dapat menggunakan data finansial yang ditukarkan untuk melakukan penilaian kredit yang lebih mendalam terhadap calon peminjam dan mengakses lebih banyak pelanggan yang memenuhi syarat. Lebih jauh lagi, dengan Open Finance yang memfasilitasi eKYC (electronic know your customer), platform pinjaman dapat menyambungkan pelanggan hanya dalam hitungan menit sekaligus mengurangi resiko pemalsuan identitas.

Dengan persetujuan pengguna, perusahaan pemberi pinjaman juga dapat memulai pembayaran berkala dari pelanggan. Hal ini membantu pelanggan menyelesaikan kerumitan dalam melacak tenggat waktu sekaligus mengurangi risiko kegagalan pembayaran bagi perusahaan.

Perusahaan asuransi juga memperoleh keuntungan dari Open Finance. Dengan kemampuan untuk memantau situasi finansial konsumen secara, mereka dapat menawarkan kebijakan asuransi yang disesuaikan dengan risiko yang lebih sesuai bagi pelanggan mereka.

Karena kemampuan untuk memastikan kesejahteraan finansial calon pengguna secara tepat, perusahaan dapat mengurangi risiko tidak dibayar oleh pengguna dan menawarkan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen yang tentunya menguntungkan kedua belah pihak.

Evolusi dari Open Banking ke Open Finance

Terlepas dari peningkatan use case yang dibawa oleh Open Finance dibandingkan dengan Open Banking, pertama-tama dapat mengubah cara pandang konsumen terhadap finansial mereka.

Produk-produk keuangan seperti pinjaman atau asuransi tidak lagi akan ada dalam tempat khusus. Sebaliknya, dengan Open Finance, mereka akan saling terhubung dan sangat dipersonalisasi dengan kebutuhan pengguna tertentu.

Pinjaman yang datang dengan pembayaran yang terjangkau dan nasihat finansial yang dipersonalisasi berdasarkan kebiasaan belanja realtime. Ini adalah beberapa produk yang bisa dibangun oleh perusahaan fintech.

Yang terpenting, Open Finance membuka pintu bagi konsumen untuk mengakses produk dan layanan finansial yang sebelumnya tidak bisa mereka dapat.

Seorang ibu yang menjalankan warung (toko keluarga) di pinggiran Jakarta tidak akan memenuhi syarat mendapat pinjaman untuk mendanai pendidikan anak-anaknya karena tidak adanya rekening bank agar perusahaan pinjaman bisa melacak riwayat kreditnya secara akurat.

Namun, dengan Open Finance, perusahaan pinjaman dapat memanfaatkan data keuangan dari platform fintech lain (seperti aplikasi pembayaran digital yang ia gunakan untuk bertransaksi dengan pemasoknya) untuk lebih memahami riwayat transaksi dan kreditnya.

Dengan skor kredit yang lebih mencerminkan kemampuan ibu tersebut dalam membayar angsuran, dia akan memiliki peluang yang lebih baik untuk mendapatkan pinjaman sehingga bisa melanjutkan pendidikan anak-anaknya, memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan finansial mereka secara keseluruhan.

Sekaranglah waktunya

Open Finance bukanlah konsep yang ditulis di atas kertas. Seperti yang kita bicarakan, perusahaan fintech di seluruh Asia Tenggara sedang merangkulnya sehingga dapat menciptakan produk finansial yang lebih baik bagi konsumen mereka.

Selain memberi mereka keunggulan atas pesaing mereka, mereka juga dapat membantu pengguna mereka meningkatkan kesejahteraan finansial mereka, menutup kesenjangan finansial yang telah lama ada di wilayah tersebut.

Di Finantier, kami bekerja keras untuk menggabungkan data finansial dari berbagai perusahaan dan mengubahnya menjadi pemahaman yang dapat ditindaklanjuti bagi perusahaan fintech untuk membangun produk mereka.

Dengan API kami yang mudah digunakan para developer, perusahaan dapat dengan mudah menanamkan layanan kami di dalam platform mereka dan mulai membuat produk finansial yang dipersonalisasi secara khusus hanya dalam hitungan beberapa jam.

Jika anda adalah perusahaan fintech yang ingin membangun produk finansial untuk ekonomi internet senilai 300 miliar USD di Asia Tenggara, hubungi kami hari ini untuk mengetahui bagaimana anda dapat bergabung dengan komunitas perusahaan yang berkembang dan telah menggunakan Open Finance untuk menciptakan produk yang dicintai pelanggan.

Spread the word

Keep reading