Melindungi Semua Masyarakat: Apa itu eKYC?

eKYC adalah proses jarak jauh untuk memverifikasi identitas pengguna. Selain demi mencegah pencucian uang, eKYC juga memberantas pencurian identitas online.

a month ago   •   3 min read

By Tun Yong Yap

Jika Anda telah mengajukan pinjaman, ini akan terdengar tidak asing bagi Anda.

Sebagai bagian dari proses onboarding, Anda diharuskan untuk mengirim foto KTP dan laporan penghasilan terbaru, bersama dengan sejumlah dokumen pribadi lainnya.

Platform pinjaman berjanji untuk memproses aplikasi Anda dalam waktu tiga hari kerja.

Itu, pada dasarnya, adalah eKYC.

Singkatan untuk electronic know-your-customer, eKYC mengacu pada proses remote dan paperless untuk memverifikasi identitas pengguna.

Jangan salah, eKYC tidak hanya berlaku untuk platform pinjaman.

Mayoritas perusahaan (baik non-finansial maupun finansial) memanfaatkan proses eKYC untuk mengidentifikasi identitas pelanggan mereka secara akurat.

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa ada kebutuhan untuk ini? Jawaban sederhananya adalah karena perkembangan internet dalam kehidupan kita dan ekonomi secara keseluruhan.

Melindungi ekonomi digital

Di Asia Tenggara, nilai ekonomi internet diperkirakan akan naik tiga kali lipat, mencapai US$ 300 miliar pada tahun 2025. Ini juga akan membawa sejumlah tantangan.

Dari pencucian uang online hingga pencurian identitas, kebutuhan akan eKYC terus bertambah.

Selanjutnya, perusahaan-perusahaan sekarang diatur oleh otoritas masing-masing untuk melakukan proses eKYC pada pelanggan mereka.

Sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk mengurangi korupsi dan mendorong keanggotaan pada Financial Action Task Force (FATF), pemerintah - melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - menjadikan hal tersebut sebagai kewajiban bagi perusahaan keuangan untuk melakukan eKYC.

Peraturan ini akan mengurangi peningkatan penipuan bisnis di Indonesia - di mana 48 persen bisnis melaporkan mengalami kenaikan kerugian dari tahun ke tahun karena penipuan.

Selain memberantasi pencucian uang dan pencurian identitas, eKYC juga bertindak sebagai alat manajemen risiko untuk bisnis.

Misalnya, perusahaan asuransi akan mengharuskan pemohon untuk melengkapi dokumen tentang kesejahteraan fisik dan keuangan mereka untuk memastikan tingkat risiko sebelum menawarkan polis asuransi.

Ini menguntungkan konsumen dan perusahaan, dimana pemohon berisiko rendah (tanpa penyakit kronis) akan membayar premi yang lebih rendah daripada individu berisiko tinggi (dengan kondisi medis yang mendasarinya).

Ini karena tingkat risiko yang lebih tinggi memerlukan kemungkinan pembayaran yang lebih besar di premi tersebut.

Oleh karena itu, dengan proses eKYC, perusahaan dapat mengelola produk dan layanan mereka secara memadai.

Jenis eKYC

Proses eKYC bervariasi di seluruh perusahaan dan kalangan pelanggan. Umumnya, mayoritas pelanggan didaftarkan melalui proses verifikasi sederhana yang melibatkan KTP, alamat, dan nomor telepon mereka.

Namun, perusahaan tertentu akan mengidentifikasi pelanggan yang membutuhkan proses penyaringan yang lebih ketat, sesuai dengan latar belakang mereka atau sifat produk yang mereka beli.

Aplikasi pinjaman untuk properti secara logis akan memerlukan proses eKYC yang lebih ketat daripada pinjaman dari platform peer-to-peer (P2P).

Dalam hal ini, pengguna mungkin diminta untuk memberikan informasi penghasilan pribadi dan pajak bagi perusahaan untuk melakukan proses verifikasi yang mendalam.

Proses eKYC yang ideal
Proses eKYC yang ideal (Kredit Foto: Konsultasi MicroSave)

Sederhana dan akurat

Untuk yang lebih jeli, Anda akan menyadari bahwa proses eKYC saat ini dilakukan melalui metode 'push' di mana dokumen diberikan oleh pengguna.

Namun, ini meningkatkan ketidaknyamanan selama proses onboarding, karena pengguna diharuskan untuk mencari dan memberi dokumen secara manual, sehingga adanya kemungkinan yang lebih tinggi untuk membatalkan pendaftaran.

Selain itu, untuk memastikan proses eKYC yang kuat dan akurat, perusahaan harus mencari informasi dari titik data yang berbeda.

Ini mencegah pemalsuan informasi yang disengaja pada satu platform, yang akan menghasilkan proses verifikasi yang tidak akurat.

Mengotomatiskan eKYC, sambil memastikan akurasi informasi, lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.

Dari negosiasi untuk integrasi data hingga membuat model machine learning untuk memproses data, ini adalah sebuah tantangan bahkan bagi perusahaan teknologi.

Di sinilah peran Finantier masuk.

API eKYC kami memiliki integrasi dengan berbagai platform di Indonesia untuk menyediakan data yang akurat kepada perusahaan untuk melakukan proses eKYC mereka.

Melalui satu API yang dapat diatur dalam beberapa jam, perusahaan tidak usah khawatir untuk memverifikasi identitas pengguna mereka sebelum proses onboarding - demi mencegah hal-hal seperti pencurian identitas.

Bicaralah kepada kami hari ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami dapat bekerja sama untuk melawan penipuan online.

Sekilas

✅ eKYC adalah proses jarak jauh untuk memverifikasi identitas pengguna.

✅ Selain melawan pencucian uang, eKYC juga memberantasi pencurian identitas online.

✅ Bagaimanapun, membuat proses eKYC in-house memakan waktu yang lama dengan biaya yang cukup tinggi. Finantier menyederhanakan proses ini untuk perusahaan.

Spread the word

Keep reading